Home » Iwan Bomba kisah-kisah pengusaha muda sukses

Iwan Bomba kisah-kisah pengusaha muda sukses

by tulisanbola
1,772 views
iwan bomba setiawan ichlas pengusaha muda sukses

Kisah Iwan Bomba sang pengusaha muda Sukses

Iwan Bomba menjadi seorang wirausaha di usia yang muda bukanlah gampang. Terlebih tidak terdapat mentor yang membimbing. Tetapi untuk Iwan Bomba masalah itu bukan mustahil, sepanjang memiliki tekad serta hasrat tinggi untuk meraih keberhasilan. Dia sangat percaya diri dengan mengawali berwira usaha dari titik terendah.  Nama Iwan Bomba tiba- tiba dikenal luas setelah dia berhasil membeli saham PT Minna Padi Investama Securitas Tbk( PADI) dengan persentase 13, 27 persen pada bulan Agustus tahun 2017.  Pada saat namanya terus naik dikenal membuat masyarakat indonesia semakin penasaran, setelah muncul pernyataan dari PT Mina PADI Iwan Bomba kembali membuat publik terkejut karena akan mengakuisisi 51 persen dari saham mayoritas Bank Muamalat.  Iwan bomba yang saat itu masih berumur 40 tahun sudah mendapat sebutan taipan di umur yang tergolong masih sangatlah muda. Iwan yang akrab dipanggil Iwan ini telah berhasil mencapai posisi puncaknya karena hasil kerja kerasnya selama membangun usaha dari titik terendahnya. Setelah itu, dia berhasil menyelesaikan kuliahnya untuk meningkatkan wirausahanya. Iwan mulai memiliki semangat untuk membangun wirausahanya yang lebih luas lagi semenjak masih menempati bangku kuliah. hidupnya yang dari keluarga sederhana membuat dia menjual barang-barang kesayangannya apa saja itu demi dapat melanjutkan sekolah serta bertahan hidup.

Bagaimana Iwan Bomba dapat berhasil pada usia muda?

Iwan membagikan rahasianya kepada tulisanbola pengalaman hidupnya sampai menjadi pengusaha berhasil. Iwan Bomba mengatakan, dia sudah lama memiliki jam terbang yang lama di berbagai macam bidang wirausaha. Adapun usaha yang ia jalani,  pertanian pohon kelapa sawit, mining mineral alam, serta coal atau biasa dikenal batu bara saat sebelum dikenal seperti saat ini. Iwan membagikan, pengalaman hidup sehingga menjadi pengusaha sukses ini diraih karena kerja keras serta tawakal atau konsisten berpendirian tegus memiliki tekad yang kuat. Bisa dikatakan bahwa Iwan Bomba sangat berani dalam melihat peluang usahanya, dia berani mengambil resiko terburuk demi meraih kesuksesan. Sebab ketika iwan terjun ke dalam dunia wirausaha, dia tidak memiliki relasi sama sekali,tidak ada saudara dan kerabat yang dia miliki  menjadi pengusaha. Dapat dikatakan, bahwa dia hampir tidak memiliki bekal ilmu serta mentor yang dapat membimbingnya menjadi seperti saat ini pengusaha muda sukses. Iwan bomba berkata sejujurnya bawha dia benar-benar memulai wirausahanya dari titik terendahnya dan dia belajar usaha secara mandiri membaca dari buku-buku. Dia juga mengatakan bahwa ia tidak mempunyai contoh figur sosok ayah yang dapat mengajarkannya banyak hal. Ayah Iwan meninggal dunia pada saat Iwan masih berumur sangat muda sekitar 16 tahun. Iwan sendiri Lahir di Kota Palembang pada tanggal 10 April 1977, Iwan dibesarkan dari keluarga yang sangatlah sederhana. Karena kegigihannya untuk memutar roda nasibnya, dia meyakinkan diri sendiri untuk berjuang bergelut di dunia wirausaha. Perjuangan usaha tersebut dilakukan sejak dia masih menjadi murid sekolah dasar. Ketika dia dibangku sekolah dasar, dia nerusaha hidup mandiri dengan menjual barang-barang dagangan kepada pelanggan. Uang yang berhasil dia dapatkan kemudian digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan membayar sekolahnya.

 

iwan bomba setiawan ichlas

Semenjak itu iwan kecil menyadari bahwa dengan berdagang dia dapat memiliki kesempatan mendapatkan hidup lebih baik. Mulai saat itulah Iwan memiliki cita- cita ingin menjadi seorang pengusaha besar. Meskipun dia berjualan sambil sekolah, iwan selalu memiliki hasrat tinggi ingin meneruskan sekolah.  Sejak saat Iwan bomba masih di Sekolah Dasar( SD) sampai dengan sekolah menengah atas( SMA) diselesaikan Iwan di kota kelahirannya, Palembang. Kemudian iwan melanjutkan pendidikannya kuliah ke Bandung, Iwan berhasil diterima di Perguruan tinggi Universitas Pasundan Bandung. Meskipun Universitas Pasundan bukanlah impian awalnya, karena dia tidak memiliki pilihan lain. “impian awal Iwan muda berkuliah adalah menjadi mahasiswa di Perguruan tinggi Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung pula,” ucap Iwan . Sambil belajar dikuliah, Iwan juga melanjutkan wirausahanya. pada saat itu dia berwirausaha jualan batu. Namun rezekinya belum ditemui pada saat itu. Belum lama dia berkuliah di Universitas Pasundan dia malah mendapat kendala, karena dia tidak memiliki piliha dia harus menyudahi menempuh pendidikan di Universitas Pasundan. Iwan tidak mau berputus asa dia memutuskan untuk berangkat ke DKI Jakarta melanjutkan kuliah di STIE Perbanas. Kepindahan ke DKI Jakarta serta masuk ke Perbanas didorong oleh perilaku berani ambil resika dan motivasi dari sahabatnya. Meskipun begitu, iwan bomba tidak pernah lupa dengan impiannya menjadi seseorang Pengusaha besar. Selama menempuh masa pendidikan di Perbanas, semangat berwirausaha kembali membara dalam jiwa Iwan. Pria tangguh yang akrab dipanggil Iwan Bomba ini berdagang menjual barang legal dan halal apa pun itu yang dapat ditawarkan kepada para pelanggannya, tidak hanya untuk membiayai hidupnya sendiri, namun iwan bomba juga mencari keuntungan guna ditabung untuk memperbesar impiannya. Karena kerja keras serta karakter yang pantang menyerah yang iwan miliki, bisnisnya terus berkembang semakin besar. Tidak berhenti disitu iwan juga mengembangkan bisnisnya masuk zona keuangan. Hasrat haus bisnis yang besar mengantar Iwan buat masuk ke berbagai macam zona usaha. Iwan bomba terus berkembang bahkan saat itu dioa mulai mencoba menemukan rezekinya di berbagai jenis bisnis diantaranya adalah bisnis dibidang logistik, bidang tenaga, serta bidang keuangan. Iwan juga mulai melebarkan usahanya ke bidang energy related. Iwan berhasil masuk ke dalam bisnis pertambangan batu bara dengan jadi salah satu supplier batu bara di area pasar dalam negeri. Iwan setelah itu mendorong industri logistik yang ia kelola masuk ke dalam area bisnis pertambangan. Kedua bidang bisnis milik Iwan dikala ini sesuaiberada pada posisi yang saling menguntungkan bersamaan dengan membaiknya harga saham komoditas serta pula dengan keperluan penyediaan tenaga di pasar dalam negeri. Buat mengelola usahanya di bidang keuangan, Iwan memiliki industri sekuritas, serta sempat melaksanakan revitalisasi salah satu bank. Pengalaman merevitalisasi dari bank swasta tersebut merupakan salah satu contoh dari keahlian Iwan untuk melaksanakan pergantian serta perkembangan.

 

iwan bomba setiawan ichlas profil

Bisnis Iwan Bomba

Iwan mengaku masih berperan aktif mengatur bisnis- bisnisnya di bidang tenaga ialah batu bara dan pertambangan. Usaha perkebunan kelapa sawit pun masih produktif ditekuni Iwan . Bagi Ia zona bisnis yang memiliki prospek kedepan baik adalah trading dan pertambangan. Meskipun demikia dia lantas tidak melepas usaha yang pertama kali dia rintis di zona perkebunan Kelapa Sawit di Lampung. Meskipun iwan mengakui apabila dilihat melalui sisi pendapatan bisnis pertambangan lebih menjanjikan dan menguntungkan. Namun sayangnya saat itu, Iwan tidak ingin membeberkan lebih detail mengenai nama- nama industri miliknya tersebut. Melihat kesempatan Kunci dari keberhasilan Iwan terletak pada strategi bisnisnya. Dia mampu melihat suatu peluang usaha di tengah terdapatnya permasalahan. Saat itu Iwan alami dikala mengambil alih PT Bank Pundi Indonesia Tbk setelah membeli dari Tim Recapital yang saat itu tengah terbelit permasalahan. Bagi Iwan, tidak hanya mencari peluang bisnis di Bank Pundi, Iwan pula berjanji akan menyelesaikan masalah bisnis bank ini.” Bohong jika tidak suka uang. Terkadang terdapat suatu yang dapat kita banggakan, bila kita dapat melakukan yang orang lain tidak dapat lakukan,” kata Iwan Bomba. Setelah itu Iwan jadi pemegang saham mayoritas PT Bank Pundi yang saat ini sudah berganti nama menjadi PT Bank Pembangunan Wilayah Banten Tbk( BPD Banten). Setelah bank itu kembali normal, Iwan melepas Bank Pundi kepada Pemerintah Provinsi Banten. Tetapi dia menyisikan sekitar 20 persen saham miliknya di bank. Kendati demikian, Iwan mengaku bahwa namanya tidak masuk dalam struktur kepemilikan saham Bank Pundi sebab kepemilikan disebar ke keluarga dekatnya. Membeli bank yang lagi bermasalah menjadi salah satu pendorong kesuksesan Iwan dalam dunia bisnis. Dia mengambil contoh, pada saat membeli Bank Pundi yang saat itu mendapatkan masalah besar akibat pembayaran operasional serta pemasukan operasional( BOPO). Apalagi pada saat itu bank tersebut juga tengah mengalami kredit bermasalah dalam tingkatan yang  sangat akut. Tetapi, kata Iwan, saat ini bank wilayah tersebut kembali normal. Iwan juga menjelaskan perihal seragam sewaktu hendak membeli saham PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Dengan mengajak beberapa lembaga keuangan, semacam dana pensiun serta international sovereign fund, berjanji hendak memberikan suntikan dana senilai Rp 4, 5 triliun ke Bank Muamalat di dasar bendera Minna Padi. Dia telah masuk dengan menjadi calon pembeli siaga rencana penerbitan saham baru dengan hak memesan dampak terlebih dulu( HMETD) alias rights issue Bank Muamalat. Setelahnya, Minna Padi hendak memiliki minimun 51 persen saham Bank Muamalat. Iwan Bomba lalu hendak membagikan 2, 5 persen saham Muamalat kepada Majelis Ulama Indonesia( MUI) serta 1 persen–1, 5 persen ke Jalinan Cendekiawan Muslim Indonesia( ICMI).

Meskipun darah pengusaha tidak mengalir dalam diri Iwan, namun kejeliannya melihat suatu peluang tidak dapat diragukan lagi. Dia membeli saham PADI di harga Rp 350 per saham, dengan bermodal Rp 525 miliyar pada Agustus Tahun 2017. Tetapi dalam perhitungan bulan, investasi itu berpotensi menghasilkan keuntungan kenaikan sampai senilai dekat Rp 1, 56 triliun. Harga saham PADI naik pesat mencapai Rp 1. 410 per lembar Dus, kemampuan keuntungan fantastis besar mendekati Iwan. Kunci supaya dapat mendapatkan uang terbesar di bidang bisnis keuangan, bagi Iwan, adalah dengan tidak merugikan nasabahnya. Saat ini, tidak hanya di bidang bisnis keuangan, perkebunan dan pertambangan, Iwan pula masuk kedalam bisnis usaha infrastruktur, tercantum pelabuhan di Kota Palembang dan Lampung.

Dia menyatakan, bahwa tidak hanya hitung- hitungan untung rugi dalam suatu bisnis , namun disamping dia melaksanakan bisnis dia juga ikut serta membantu orang lain yang sedang mengalami kesulitan. Pertimbangan itu adalah yang menjadi sebabnya mengambil alih industri maupun bank yang lagi dirundung permasalahan.” Saya ingin menjadi pengusaha yang membawa berkah untuk seluruh orang, tidak cuma mencari keuntungan pribadi saja. Berbagi itu adalah indah bila diberikan kepada orang yang tepat dan memerlukannya,” tandas Iwan. Selaku pemilik organisasi bisnis, dia memiliki filosofi kepemimpinan yang dipegang  Iwan Bomba adalah menyisihkan sedikit hasil usaha untuk berbagi dengan warga sekitarnya. Semacam menyisihkan uang untuk membangun masjid, ataupun semata- mata ingin membesarkan usaha agar dapat merekrut banyak karyawan. Dengan filosofi ini, Iwan berharap tingkatan pengangguran dapat menurun dan karyawan yang bergabung dengannya dapat menjadi tulang punggung pemasukan keluarganya.” Dari sana sana lah doa-doa datang kepada saya,” ucapnya. Iwan juga memegang prinsip apabila dalam menempuh usaha, dia tidak ingin merugikan orang lain. Sama halnya yang dijalani bank syariah, ketentuan yang terdapat jelas tidak diperkenankan buat membangun usaha dalam wujud apa juga. Karena itu yang dipegang oleh Pria tangguh asal Palembang ini membuatnya menjadi pengusaha berhasil. Meskipun, di tengah kesibukannya, Iwan tidak pernah lupa menyisihkan waktu luang dengan keluarga. Umumnya, Iwan berwisata ke luar kota maupun luar negara buat semata- mata menemani anak serta istri jalan- jalan. Iwan pula suka menyaksikan film ataupun membaca novel. Film yang sering ditonton merupakan Dragon Ball ataupun membaca komik Donald duck. Semasa lajang, Iwan akrab diketahui dengan nama Iwan Bomba. Dini mula nama ini timbul kala Iwan berhasil di Jakarta. Merasa telah mendapatkan lebih dari kata lumayan sepanjang di perantauan, Iwan kembali ke kampung halamannya di Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Sewaktu kembali ke tempat kelahirannya, Iwan mencari metode buat mengganti” julukan” dirinya. pada saat itu Iwan Bomba yang mempunyai keahlian dalam bidang elektronik ini mulai mendirikan usaha sewa organ tunggal. panggilan Bomba muncul dari suatu merk tv Toshiba keluaran tahun 2000- an. Lagi- lagi bisnis usaha yang  Iwan lakukan ini juga berhasil, serta nama Iwan Bomba juga tersebar di antara pertemannya.

You may also like

Leave a Comment