Home » Iwan bomba pengusaha hobi menulis

Iwan bomba pengusaha hobi menulis

by tulisanbola
Iwan Bomba Profil

Iwan Bomba pengusaha hobi menulis , awal mula kehidupannya diajak sang ayah untuk bekerja di pabrik perdoksi mesin. Iwan hanya belajar otodidak. Tidak ada mentor mengajar. Dia hanya ikutan bapaknya melihat cara kerja mesin percetakan plastik. Pria yang lahir di Madiun, yang memiliki ketekunan diatas rata- rata, dan bersungguh- sungguh belajar.

Iwan Bomba telaten melihat teknisi mengotak- atik mesin cetak plastik. Dia terus memperhatikan mereka yang membongkar dan memperbaiki mesin cetak. Waktu pertama kali bekerja, pengusaha ini bekerja sebagai pegawai kontrol kualitas, yang mengawasi hasil dari mesin percetakan tersebut.

Dia bertugas mengendalikan mutu dan kontrol hasil. Ia sama sekali buta soal seluk- beluk mesin di dalamnya. Dari hasilnya, bagian per- bagian diawasi, dia memperhatikan seksama karena tugasnya sebagai QC. Iwan bertahap mengamati dari proses awal sampai akhirnya menghasilkan.

Sedikit- demi sedikit dirinya tertarik untuk mengamati proses. Iwan Bomba belajar mengenai komponen dan sistem produksi. Karena suka melihat- lihat, eh malah orangnya mengajak Iwan Bomba ikutan, kenapa tidak dia mencoba. Dia disuruh membongkar mesin- mesin tersebut sendiri, tanpa pengetahuan cukup!

Iwan Bomba belajar dengan otodidak tanpa mentor khusus. Dia belajar dari nol murni kesemuanya, hanya berbekal ikutan. Pengusaha ini berkutat dengan permesinan saban hari. “Jadi ya, harus mengandalkan ingatan,” tukas Iwan Bomba. Itu tidak semudah dibayangkan, apalagi oleh orang yang sudah ahli mesin. Iwan Bomba pengusaha hobi menulis saat ini , ia senang membuat artikel yang sering ia sebarkan melalui media sosial.

Iwan Bomba atau Setiawan Ichlas bekerja keras

Iwan Bomba Profil Kue
Iwan Bomba
Iwan Bomba Baju Ijo
Iwan Bomba

Ia bekerja lebih keras karena tak memiliki keahlian dasar. Bahkan diakuinya bahwa belajar untuk merakit mesin susah bukan main. Adapun beberapa mesin memilik tingkat kesulita tinggi. Ambil contohnya saja, ketika dia mempelajari mesin las potong, yang gunanya untuk memotong kresek.

Berjalannya waktu, ia tidak hanya telah pandai membongkar, tetapi mampu merakit mesin- mesin sampai bekerja. Kemudian Iwan ditawari bekerja sebagai pegawai teknisi mesin cetak. Atasannya hanya membutuhkan melihat bahwa Iwan mampu.

Di tahun 2003, ia pulang kampung dan mendirikan bengkel perakitan mesin cetak sendiri. Iwan merasa dirinya telah siap menjadi wirausahawan. Berdiri dengan kakinya sendiri, Iwan Bomba membuat aneka mesin percetakan tas kresek. Alat yang dikembangkan dirinya juga terbilang lebih sederhana.

 

Dia membuat tiga jenis mesin cetak plastik dengan fungsi beda. Iwan menjual per- unit ataupun full unit. Satu mesin karyanya dibandrol harga antara Rp.300 jutaan. Dalam pembuatan mesinya, Iwan memakai besi bekas yang dibeli tempat langganannya.

Unit pertama mesin yang dibuatnya berkonsep mesin roll. Mesin tersebut mampu membuat plastik cacah menjadi gulungan. Mesin yang kedua berkonsep plong, fungsinya yaitu untuk memotong atau mencetak dan membentuk plastik kresek, dan yang terakhir mesin las plong.

Berdasarkan keterangan Iwan, bengkel tempatnya telah berhasil membuat 30 mesin yang dirakit dan laku dipasarkan. Pengusaha sederhana ini memasarkan tidak hanya di Kediri, tetapi juga Nganjuk dan Jombang, dan meluas pemasaran ke Jambi dan Riau.

iwan bomba mesin fotokopi

Baca juga tulisan Iwan Bomba https://tulisanbola.com

Heading Title